Blognya si Sri

September 26, 2009

Keblinger resiko sistemik

Filed under: bpk,pengawasan bank — srikripik @ 2:17 am

Kompas 26 September 2009 halaman 7, memuat tulisan Sarlito Wirawan Sarwono.

Di kelas Logika UI, katanya, diajarkan contoh premis yang tidak nyambung:

Manusia bernapas

Mohamad Ali bernapas

Jadi Mohamad Ali adalah manusia

Menurut Sarlito logika itu tidak betul karena kalau Mohamad Ali ditukar “kucing”, jadi Kucing adalah manusia.

Selama ini, sulit mengetahui penalaran bank Century sebagai bank dengan resiko sistemik. Alasan yang terus menerus disodorkan, “kalau bank Century ditutup (pada saat krisis keuangan) akan terjadi rush di sekian bank yang lain”.

Coba diterapkan premis Pak Sarlito:

Bank dengan resiko sistemik adalah bank yang kalau tutup (fail) akan mengakibatkan kekacauan/kegagalan bank lain

Bank Century kalau ditutup (saat krisis) akan mengakibatkan kekacauan bank lain

Jadi, Bank Century adalah bank dengan resiko sistemik

Kalau demikian cara berlogika pengawas BI, sudah jelas yang akan dapat label “resiko sistemik” adalah bank yang memiliki kinerja keuangan paling lemah diantara bank yang lain.

Disini pentingnya kemampuan “bertanya” secara benar: apa sebetulnya resiko sistemik itu? bagaimana cara mengukurnya? bagaimana karakter bank atau institusi dengan resiko sistemik?Lepas dari berapa banyak pasar yang akan terpengaruh oleh “resiko sistemik”, salah pemberian label jelas akan menimbulkan kekacauan tersendiri.

Mungkin ketidakmampuan bertanya secara benar itulah yang membuat pengawas bank Century memberi label “sistemik”. Dan itu sebabnya, setiap kali ditanya “mengapa bank seperti ini beresiko sistemik” dijawab tidak langsung: kalau ditutup bikin kacau, namanya sistemik.

Seingat saya, pengawas bank tidak pernah memaparkan detail karakteristik bank Century: apa perannya di pasar uang? bagaimana di pasar modal? Tapi, bagaimana mereka bisa paparkan karakteristik Century, kalau mereka sendiri tau bank ini sebetulnya sudah “mati”: kurang modal, banyak pelanggaran, dst.

Dimana sistemiknya yang menurut teori??
Kalau toh ada “sistemik” dalam kasus bank Century, adalah “kesalahan sistemik” pengawasan bank.
Kompas, 28 September 2009 hal. 18: “BI mengaku tidak memiliki info mengenai pelanggaran BMPK (Bank Century)”.Menurut ketua BPK, BI bukan hanya tidak tau ada pelanggaran BMPK (Legal lending limit), tapi bahkan data yang diserahkan ke KKSK bukan info terkini; padahal BI punya onsite supervisor di bank Century… (BI dieharder pasti kecewa berat dengan hasil audit BPK…Kalau nggak terima, bikin saja teori konspirasi sebanyak2nya)

Sarlito bilang, premis yang tidak nyambung (=tidak logis) banyak dikemukakan tidak hanya dikalangan politisi tapi juga (antara lain) intelektual/cendekiawan/profesor. “Ini keblinger”, katanya. Menurut saya, cara berpikir tidak logis kadang sengaja diambil untuk mempengaruhi opini publik. Soal bailout Century juga begitu. Dibikinlah alasan2 yang bahkan dirujuk ke literatur saja susah dikonfirmasikan; dibikinlah keterkaitan dengan peristiwa luar negeri (Lehman bangkrut dst) seolah semua orang itu bodoh, nggak bisa mikir dan harus dikasi ceramah bagaimana ngawasi bank itu.
Tapi saya pribadi percaya, pada akhirnya kebenaran akan muncul.
Kalau memang perbankan Indonesia diawasi dengan baik, hasilnya pasti kelihatan dan dirasakan banyak orang. Tapi kalau pengawas bank “asleep at wheel”, hasilnya juga akan kelihatan.

Saya baca di Kontan online katanya Century mau ganti nama jadi Mutiara?? Kayaknya kok lebih cocok diganti nama jadi “Bank Sistemik”🙂

Sri (nggak mau keblinger)

4 Comments »

  1. “……ibarat pepatah tong kosong berbunyi nyaring….”

    kalau dikatakan bodoh bahwa saat itu cuma dikaitkan dengan krisis keuangan global coba baca rangkaian kliping media massa sept – des 2008…orang-orang yang saat ini mengelak kondisi krisis adalah dulu yang teriak saat ini krisis pemerintah dan BI harus…apakah sudah selemah itu daya ingat orang ?

    tolong baca audit BPK itu lengkap dengan tanggapannya BI, Depkeu dan LPS…BPK ternyata tidak lengkap mengutip keterangan BI, Depkeu dan LPSbahkan terkesan BPK cuma memindahkan hasil pemeriksaan pengawas bank dan mengubahya dengan kalimat-kalimat yang laku dijual di koran

    masih ingat kah (moga-moga ingatannya masih lengkap) waktu 97/98…belum terlalu lama dong untuk nginget…ada 16 bank ditutup dan waktu itu santai aja kita bilang 16 itu cuma ga sampae 2% dari total industri perbankan…eh engga tahunya ngerembet ke bank lain..kalo dulu yg nulis ini punya ATM BCA pasti ikut2an ngantri….mas ini namanya dampak ikutan kalau mau baca buku dan bisa ngerti istilahnya contagion

    saat century gimana…nah pengawas BI khan mestinya engga tidur tho…? ternyata ada 18 bank dan 5 bank yang total aset sama dengan century…tanpa century ditutup simpanannya sudah diambil sama pemiliknya…dana pihak ketiga (deposito, giro dan tabungan) sdh diambil pemiliknya…kenapa ? lha negara tetangga sudah ngejamin penuh kita cuma naikin 2 milyar..lebih baik saya tarik dong pindahin ke spore…atau kalo duitnya cuma dikit atau nangung taro dibantal deh dulu daripada…nah mas, kalu mau baca dan ngerti dikit, kalu likuiditas kecukupan duit di bank sdh berkurang…cepet banget bank itu kolaps nah ini yang dipikirin sama pengawas…century ga ditutup aja DPK turun terus…kalo ditutup gimana ?

    mau tahu dampak ditutup ?
    DPK Bank Century sekitar 10an triliun sekitar 5,3 triliun itu dicover oleh program penjaminan karena nilainya sampe 2 M…nah kalo bank ini ditutup maka sdh pasti kantongnya LPS berkuarang 5,3 T…itu uang hilang lho…sama kalo bayar asuransi, maka uag LPS sebagai asuransi lenyap, nyap, nyap…cuma itu…ntar dulu…ada kewajiban antar bank lho sekitar 2,3 T nah kalo ini ga dibayar ada beberapa bank yang diantara 18+5 bank tadi ikutan langsung goyang…bisa-bisa bank lainnya ikitan kena imbas…nah itungan kasar aja jadi LPS mesti siap 5,3 + 2,3 T jumlahnya 7,6T…anak SD (kalo sekolah meski sekarang sdh gratis) bilang 6,7 < 7,6 khan…..itu baru yang kita bilang single failure…cuma teori ? mestinya engga ya

    nah apa dampak ikutannya ? coba bayangkan kalau ada kepanikan seperti 97/98 (inget dong masalah antri mengantri tadi)…apa pun bisa mungkin terjadi diantara 18 + 5 bank…kalo ada bank-runs wah sudah berabe urusannya

    Comment by waras — December 12, 2009 @ 12:53 am | Reply

    • kirim audit bpk yang lengkap 600 halaman ke sini kalo gitu. kayaknya sih argumen anda bener tapi banyak kelemahannya. setahun lalu analis danareksa tanya bi gimana banking pressure index dah hampir sama dengan bpi 97/98. bi bilang nggak papa, semua indikator perbankan kondusif, npl rendah dst. sekarang saja analis danareksa daur ulang artikelnya sendiri karena dah diundang pertemuan di hotel nikko ketika kasus century mulai terbuka.
      pengawas bi nggak tidur? semoga anda baca audit bpk secara lengkap. bank century apa bank bagus??? gimana ceritanya diaudit kok malah surat berharga yang seharusnya “macet” jadi “lancar”?? bukankah biasanya kalau mengaudit malah punya klasifikasi lebih tajam dari yang diaudit?? kok tidak juga ditutup dari dulu bank century itu? mau nyalahin apa? undang2? takut di ptun?? bahwa menutup bank tidak semudah balik telapak tangan?? kalau takut melikuidasi kenapa dikasi ijin merger? mendingan nggak usah kasi ijin bank baru sekalian. bilang saja, kalau nanti bank anda bermasalah pengawas/kami yang repot.
      97-98 ada 16 bank ditutup lalu rush. waktu itu apa sudah ada skema penjaminan simpanan yang kredibel?? sebaiknya baca “best practice” menangani krisis ekonomi sebelum kasi komentar panjang lebar mengenai dampak bank ditutup.
      Tong kosong berbunyi nyaring?…biar aja. asal gak asal ngomong dan twisting the truth, karena yang ditulis di blog ini ada referensinya. lagian ada yang baca blog saya. kalo ndak terima, kenapa nggak bikin blog sendiri?? (daripada kasi ceramah disini??)

      Comment by srikripik — December 12, 2009 @ 7:23 am | Reply

  2. bos jangan emosi gitulah, beda pendapat biasalah jangan sok jago, siapa aja bisa salah atau benar

    Comment by independen — January 12, 2010 @ 2:27 am | Reply

    • ini komentar ditujukan buat saya atau bos siapa?

      Comment by srikripik — January 12, 2010 @ 4:33 am | Reply


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: